Berita Terkini
BAZNAS Sultra dan BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Sosial Pekerja Keagamaan
Kendari, 10 Oktober 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menjalin kerja sama strategis dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kendari dalam upaya memperkuat perlindungan sosial bagi pekerja keagamaan, khususnya dai, marbut, imam masjid, serta amil zakat BAZNAS Provinsi Sulawesi Tenggara. Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam menghadirkan rasa aman dan perlindungan bagi para pelayan umat yang menjalankan tugas keagamaan di tengah keterbatasan ekonomi.
Kegiatan penandatanganan kerja sama tersebut diawali dengan sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan yang diselenggarakan di Aula Kantor BAZNAS Provinsi Sultra pada Kamis (9/10/2025). Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja keagamaan dan amil zakat tingkat provinsi, sekaligus menjadi momentum awal sinergi antara lembaga pengelola zakat dan lembaga penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Sultra, Saido Bonsai, S.Sos., M.Si., Ketua BAZNAS Provinsi Sultra, Punardin, S.Ag., serta Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kendari, Gatot Prabowo, beserta jajaran. Hadir pula perwakilan Bagian Kesra Kabupaten/Kota serta pimpinan BAZNAS Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tenggara sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan perlindungan sosial di sektor keagamaan.
Adapun pokok perjanjian kerja sama (PKS) yang disepakati meliputi “Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Dai, Marbut, Imam Masjid, serta Amil Zakat BAZNAS Provinsi Sulawesi Tenggara.”
Dalam pelaksanaannya, program ini menyasar dai, marbot, dan imam masjid yang tergolong masyarakat miskin dan menengah ke bawah, sehingga pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tetap berada dalam koridor ketentuan syariah serta sesuai dengan asnaf zakat yang berlaku.
Pada tahap awal pelaksanaan program, total kuota penerima manfaat yang ditetapkan berjumlah 601 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 300 peserta kepesertaannya ditanggung dan dibiayai oleh BAZNAS Provinsi Sulawesi Tenggara, sementara 301 peserta lainnya ditanggung oleh BAZNAS Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tenggara. Skema pembagian kuota ini merupakan bentuk sinergi dan gotong royong antar-BAZNAS dalam memastikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dapat menjangkau lebih banyak pekerja keagamaan di daerah.
Melalui kerja sama ini, para peserta program akan memperoleh perlindungan berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Perlindungan tersebut diharapkan mampu memberikan rasa aman dalam menjalankan tugas dakwah dan pelayanan umat, sekaligus meringankan beban keluarga apabila terjadi risiko kerja atau musibah.
Ketua BAZNAS Provinsi Sultra, Punardin, S.Ag., menyampaikan bahwa penetapan kuota penerima manfaat merupakan bentuk komitmen nyata BAZNAS dalam menghadirkan perlindungan sosial yang terukur dan berkelanjutan.
“Pada tahap awal ini, kami menetapkan kuota sebanyak 601 penerima manfaat. Sebanyak 300 orang dibiayai langsung oleh BAZNAS Provinsi Sulawesi Tenggara, sedangkan 301 orang lainnya menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kabupaten/Kota. Skema ini menunjukkan bahwa perlindungan sosial bagi pekerja keagamaan menjadi tanggung jawab bersama,” jelasnya.
Lebih lanjut, Punardin menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya berorientasi pada perlindungan tenaga kerja, tetapi juga memperkuat peran zakat dalam menjawab kebutuhan riil di masyarakat.
“Melalui kolaborasi ini, BAZNAS hadir memastikan dai, imam masjid, dan amil zakat provinsi mendapatkan perlindungan sosial yang layak dan bermartabat, sehingga dapat menjalankan pengabdian dengan lebih tenang,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Biro Kesra Provinsi Sultra, Saido Bonsai, dalam sambutannya menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam memastikan pekerja keagamaan yang tergolong rentan memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Bagi pekerja seperti imam masjid, jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian merupakan perlindungan dasar yang sangat penting. Dengan adanya perlindungan ini, keluarga tidak dibiarkan menanggung sendiri ketika terjadi musibah, tetapi memperoleh perlindungan yang layak dan bermartabat,” ungkapnya.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kendari, Gatot Prabowo, menyambut baik kerja sama tersebut dan menegaskan komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam melindungi seluruh pekerja, baik formal maupun informal.
“Kami berharap melalui kolaborasi ini, dai, marbut, imam masjid, serta amil zakat BAZNAS Provinsi Sultra dapat bekerja dengan lebih tenang dan produktif tanpa rasa khawatir terhadap risiko kerja. Semoga kerja sama ini dapat menjadi praktik baik yang dapat direplikasi di daerah lain,” ujarnya.
Selain penandatanganan PKS, kedua belah pihak juga membahas mekanisme pelaksanaan serta rencana tindak lanjut berupa sosialisasi dan edukasi bersama agar program jaminan sosial ketenagakerjaan ini dapat berjalan optimal di seluruh wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara.
Sinergi antara BAZNAS Provinsi Sulawesi Tenggara dan BPJS Ketenagakerjaan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun sistem perlindungan sosial yang adil, berkelanjutan, dan berpihak pada pekerja keagamaan yang selama ini mengabdikan diri dalam pelayanan umat.
10/10/2025 | Humas
BAZNAS Apresiasi Satgas Bannusia Lugri Garuda Merah Putih II, Tegaskan Komitmen Bantu Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia menyambut kepulangan Satgas Bannusia Lugri Garuda Merah Putih II yang juga beranggotakan personel BAZNAS. Tim tersebut telah tiba kembali di tanah air pada Sabtu (13/9/2025), menandai berakhirnya misi penyaluran bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Palestina melalui jalur udara (airdrop).
Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Umum, Kolonel Caj (Purn.) Drs. Nur Chamdani, bersama Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional, KH. Achmad Sudrajat, Lc., M.A., CFRM., turut hadir dalam acara penyambutan yang dipimpin langsung oleh Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau), Marsekal TNI M. Tonny Harjono, di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Turut hadir pula dalam kegiatan tersebut Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Dr. Zuhair S.M. Al-Shun, perwakilan dari Kedutaan Besar Mesir dan Yordania, sejumlah pejabat kementerian, serta para tamu undangan lainnya.
Dalam kesempatan itu, Kol. Caj (Purn.) Drs. Nur Chamdani menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan misi kemanusiaan tersebut.
“BAZNAS RI menyampaikan puji syukur Alhamdulillah atas keberhasilan seluruh personel Satgas Garuda Merah Putih II, termasuk anggota dari BAZNAS RI, yang dengan izin serta lindungan Allah SWT telah sukses menunaikan misi kemanusiaan di Gaza, Palestina, melalui airdrop. Kolaborasi antara TNI dan BAZNAS RI yang merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo telah terlaksana dengan baik.
Tugas ini merupakan wujud tanggung jawab BAZNAS RI kepada masyarakat Indonesia yang telah mempercayakan penyaluran bantuannya melalui BAZNAS. Ke depan, kami akan terus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berdonasi, agar bantuan kepada saudara-saudara kita di Palestina dapat terus berlanjut,” ujarnya.
Sebagai bentuk penghargaan, BAZNAS memberikan piagam apresiasi kepada sejumlah personel Satgas dan mitra yang berperan dalam misi tersebut, antara lain Kolonel Pnb Puguh Yulianto, Letkol Cba Supriyanto, S.I.P., M.Si., Letkol Pnb Chandra Danang Jaya, serta media TVOne yang diwakili oleh Mohammad Fahrial Nugraha.
Kasau Marsekal TNI M. Tonny Harjono dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan misi kemanusiaan ke Palestina tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak, termasuk BAZNAS.
“Total bantuan yang telah diterjunkan mencapai 91,4 ton dalam 520 boks logistik yang didistribusikan di wilayah Gaza. Semua ini dapat terlaksana berkat sinergi antara Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, BAZNAS, dan TNI di bawah arahan Panglima TNI,” jelasnya.
Ia menambahkan, misi tersebut merupakan bukti nyata konsistensi bangsa Indonesia dalam menjunjung tinggi solidaritas kemanusiaan global.
“Sekali lagi, ini adalah komitmen bangsa Indonesia untuk terus hadir dalam perjuangan kemanusiaan bagi saudara-saudara kita di Gaza,” tegasnya.
Meskipun misi airdrop telah usai, BAZNAS RI menegaskan komitmennya untuk tetap membuka jalur kebaikan. Bersama pemerintah, TNI, dan para mitra strategis, BAZNAS akan terus menyalurkan amanah donasi masyarakat Indonesia bagi warga Gaza, baik melalui jalur darat maupun mekanisme lain yang memungkinkan.
14/09/2025 | Humas
BAZNAS RI dan Ivan Gunawan Tinjau Penyaluran Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina di Kairo
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia bersama desainer sekaligus figur publik Ivan Gunawan melakukan peninjauan langsung terhadap penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina di sejumlah titik distribusi di Kairo, Mesir.
Ivan Gunawan menyampaikan rasa syukur dapat turut berpartisipasi dan menyaksikan secara langsung proses distribusi bantuan dalam misi kemanusiaan untuk rakyat Palestina.
“Saya hadir di sini atas nama kemanusiaan. Gerakan Love, Hope for Humanity merupakan inisiatif dari brand saya, Mandjha Ivan Gunawan. Program ini pertama kali diluncurkan pada akhir Juni lalu dan Alhamdulillah mendapat sambutan luar biasa. Hingga akhir Juli, terkumpul donasi sebesar Rp2 miliar yang kemudian disalurkan melalui BAZNAS untuk membantu masyarakat Palestina,” ujar Ivan dalam kunjungannya di Kairo, Rabu (10/9/2025).
Ivan menuturkan, dana tersebut berasal dari partisipasi para wanita Mandjha yang berdonasi secara langsung maupun melalui pembelian koleksi hijab bertema Palestina, di mana sebagian hasil penjualannya disumbangkan bagi Palestina.
“Saya sangat berterima kasih kepada para wanita Mandjha yang telah ikut berdonasi untuk Palestina. Saat menyaksikan langsung kondisi para pengungsi di Mesir, hati saya benar-benar tersentuh. Melalui karya, saya ingin berbagi dengan saudara-saudara kita di Palestina, semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan penderitaan mereka,” ungkap Ivan.
Dalam kunjungannya, Ivan juga menyempatkan diri mengunjungi rumah sakit yang menampung pengungsi Palestina di Mesir serta meninjau gudang penyimpanan bantuan pangan yang akan dikirim ke Gaza.
“Ini pengalaman yang luar biasa. Saya turut membantu proses pengemasan bantuan dan terharu melihat isi setiap kotak yang dipersiapkan untuk satu keluarga. Semoga keluarga-keluarga di Gaza dapat merasakan manfaat dari bantuan ini,” ujarnya.
Ivan juga menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS atas peran dan dukungannya dalam memfasilitasi penyaluran bantuan tersebut. Ia mengungkapkan rencananya untuk melanjutkan kegiatan kemanusiaan melalui berbagai program bersama brand Mandjha.
“Terima kasih kepada BAZNAS. Insya Allah, Brand Mandjha akan terus menghadirkan berbagai kegiatan sosial berikutnya agar semakin banyak pelanggan yang ikut berpartisipasi,” tutur Ivan.
Sementara itu, Direktur Pengumpulan BAZNAS RI, Faisal Qosim, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab BAZNAS dalam menyalurkan amanah masyarakat Indonesia kepada rakyat Palestina.
“BAZNAS bekerja sama dengan brand Mandjha milik Ivan Gunawan untuk membantu masyarakat Palestina. Hari ini kami bersama-sama hadir langsung di Mesir, di beberapa titik pendistribusian, sebagai wujud amanah dari masyarakat Indonesia,” jelas Faisal.
Ia menambahkan, peninjauan lapangan dilakukan agar proses distribusi bantuan berjalan efektif dan tepat sasaran. Selain meninjau gudang logistik, tim BAZNAS bersama Ivan Gunawan juga mengunjungi beberapa lokasi pengungsian warga Palestina yang kini menetap di Mesir.
“Kami memohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar amanah bantuan ini tersalurkan dengan baik, tepat sasaran, dan membawa keberkahan bagi saudara-saudara kita di Palestina serta bagi kita semua,” tutup Faisal.
12/09/2025 | Humas
Artikel Terbaru
BAZNAS TV
Zakat Mewujudkan Harapan Mustahik
Penulis: Humas




